Wednesday, April 10, 2013

To-le-ran-si?

Assalamu'alaikum semuanya!

Selamat bersantai-santai buat yang lagi menikmati liburan :D
Oh iya btw semangat buat kakak kelas 12 yang sebentar lagi UN, semoga nilainya kinclong semua dan masuk ke PTN yang diimpikan, amin!

Nah, setelah gue membuat post yang rada berat kemaren, gue pengen ngepost lagi nih, sejenis tentang anu anuan.... Hahaha ngerti kan maksud 'anu' tuh apa?

Oke.

Jadi gini, gue pernah menemukan orang yang berkata :

"Jadilah diri sendiri."  *menggunakan semua efek font biar kelihatan jelas*

Dan, ehm, sebenernya yang ngomong kalimat itu tuh bukan satu-dua orang aja. Kayaknya banyak orang yang sering ngomong begitu.
Bener banget sih, kita harus menjadi diri sendiri. Jangan nge-imitasi oranglain, apalagi orang yang engga bener. Kalau kita mencoba menjadi oranglain, artinya kita engga bisa menerima keadaan diri sendiri dan engga bersyukur.. Nah loh.

Tapi, masih aja ada banyak orang yang hobi imitasi oranglain. Mending kalau nge-imitasinya masih dibatas kewajaran. Lah kalau ngeimitasinya sampe bener bener mirip gimana? Kalau malah ikutan ngeimitasi hal hal negatifnya gimana?
Kan ribet tuh.
Malah lebih keliatan maniak daripada imitasi, hiy!! -_-

Biasanya, motivasi orang orang kayak begitu tuh biar bisa menarik perhatian a.k.a eye catching (sayangnya, malah keliatan norak ketimbang eye catching), atau biar jadi 'terkenal' dikalangan teman temannya!

Darl, you don't have to do that.
.......

Nah, tapi, sebenernya orang yang suka imitasi oranglain itu lagi mengalami 'dilema' juga loh.

Dan banyak tanda tanya gede-gede muncul dikepala
"Hah? Dilema?"
"Dilema darimananya?"
"Orang kayak gitumah lebih cocok disebut copycat alay daripada dilema."

Yah, memang iyasih gue juga awalnya mikir gitu.

Tapi coba, baca ulang judul post ini.

Yup, sekarang kita hidup di zaman yang tergolong 'lebih mendahulukan' penilaian penampilan luar seseorang. Orang-orang tuh bakal menilai orang lainnya dari cara dia bicara, berperilaku, berpakaian, dll.

"Lah, kan memang begitu kan? Masa asal temenan sama orang yang tingkahnya engga bener?"

Iya, ngerti ngerti.
Tapi sebenernya yang mau gue omongin bukan sebatas itu aja.

Kan kadang kadang di dalam kehidupan lo suka ada aja orang yang 'ganjil'. Mau cara ngomongnya kek, cara dia gerak kek, perilakunya kek, dan 'kek' yang lainnya.
Manusiawi sih kalau misalnya lo jadi rada 'jaga jarak' sama orang tersebut. Emang yang kayak begitu tuh kadang kadang nyeremin, bikin suudzon pula.

Tapi coba lo pikirin lagi.
Engga semua orang tuh bisa mengekspresikan dirinya 'yang sesungguhnya' secara terang-terangan atau secara langsung melalui cara bicaranya, gayanya, dan lain lain. Ada banyak orang di dunia ini yang pendiam, mukanya cenderung suram atau galak, garang, atau malah keliatan engga punya sense of friendship samasekali tapi ternyata dia baik banget!!!

"Tampang security, tapi berhati Hello Kitty"

Hahahahahahahaha gue ngakak setiap liat kalimat itu.

Jadi, jangan senantiasa men-judge orang dari appearancenya aja. Kenapa?


Emangnya lo tau gimana aslinya dia?
Apa isi hati dia yang sebenernya?
Apa yang selama ini berusaha dia tunjukkan ke oranglain, tapi dia engga punya kemampuan buat menyampaikannya?
Apakah salah, kalau para 'copycat alay' itu berusaha buat diterima di lingkungannya, walaupun sebenernya, dengan cara yang salah?

DOR!!




Hayoloh...
Bingung kan? Iya gue juga bingung kok selow aja *loh*

Nah, sekarang to the point ajadeh biar engga longpost... Hahaha-_-



Nih gue mau nanya :
Lo sadar engga, kalau selama ini kita tuh menuntut seseorang buat jadi yang kita pengenin?
Dan kalau ada orang yang engga memenuhi 'tuntutan' kita itu, biasanya dia langsung dicap yang jelek jelek.
Contohnya : garing, freak (a.k.a aneh), engga jelas, payah, cupu, ga asik.

Iyasih, gue tau, mungkin maksud kalian ngasih julukan kayak begitu tuh engga ada maksud ngedalemin samasekali. Jaman sekarang, entah cuma perasaan gue aja, tapi tingkat 'mengejek oranglain' tuh udah tinggi banget. Jadi menurut beberapa orang, kalau kita ngatain oranglain dengan kata kata yang tadi udah gue sebutin, toh itu cuma bercandaan.


Ngapain bercandaan gitu aja sampe dimasukin ke hati?


EITSSSSS...


Tapi, apakah  mereka meraka (yang lo julukin) itu bakalan berpikiran hal yang sama dengan lo? Menanggapi itu semua dengan biasa biasa aja?
Gimana kalau ucapan lo itu malah bikin mereka sakit hati?
Kan manusia itu beda beda, ada yang kebal, ada juga yang sensitifnya minta ampun....


Nah, kan. Dosa yang engga disengaja pun muncul.

~~

Pernah engga kalian nonton film sinetron atau film yang isinya tentang
ABG-merana-yang-punya-masalah-terhadap-lingkungan (terutama sekolah)-karena-dia-adalah-murid-pindahan-dan-ia-makin-menderita-akibat-di-sekolah-banyak-cewe-cewe-gaul-cantik-yang-selalu-ganas-terhadap-murid-baru-yang-kepribadiannya-beda-dari-standar-mereka?

Selow, sebenernya, sori aja, gue jarang nonton begituan hahaha.
Cuma sebagai contoh aja.... Iya kok.........
#okesip

Gue mau nanya lagi nih.
Gimana pendapat kalian tentang cewe-cewe gaul yang ganas ganas itu?
Dari survey, gue menemukan beberapa jawaban :
1. Lebay
2. Jahat
3. Kurangajar
4. Sok gaul
5. Alay
dll.

Mungkin kalian kalian ada yang engga sependapat sama jawaban di atas. Dan, tips gue sih, kalau emang lo engga setuju dengan statement diatas, mendingan engga usah lanjutin baca post ini. Nanti disangkanya lebay.

Nah, buat yang setuju dengan salah satu jawaban survey survey diatas...
Gue mau bilang aja,

Sebenernya ....

Sikap kita yang menuntut orang untuk sesuai dengan 'standar' kita itu = cewe cewe ganas = 'gambaran halus' dari lingkungan sosial kita sekarang.

Ngerti engga?

JRENGGGG!

Intinya, gue mau bilang bahwa, keadaan lingkungan sosial kita saat ini sangat amatlah ketat....



.... dan kejam.


Jadi, orang orang jaman sekarang tuh menganggap sesuatu yang baru sebagai 'virus' yang harus segera dimusnahkan. dan orang orang tersebut menjadi 'leukosit' yang berusaha mengenyahkannya.

Kok jadi biologi gini-_-

Jaman sekarang, orang orang sangat sulit dalam memahami perbedaan.
Engga terkecuali gue, ataupun lo.
Entah secara sadar, maupun tidak sadar.
Entah frekuensinya jarang, ataupun sering.

Kenapa?




Karena, mental kita secara tidak sengaja, terbentuk dengan cara seperti itu.




"HAH MASA IYA???"

Sebenernya itu tadi sih cuma kesimpulan gue aja.

Gini nih kesimpulan versi panjangnya :
Pikiran kita tuh, sebenernya, walaupun udah bertahun tahun hidup di tengah kota, sesungguhnya pikiran ini tuh sangat 'tradisional' sekali. Manusiawi sih. Dan lo tau kan, orang tradisional itu gimana?

"Hidup nomaden?"
"Bercocok tanam?"
"Makan daun mentah?"

BUKAN!!!

Pikiran tradisional yang gue maksud itu, kita sangat amat 'ganas' dalam menghadapi perbedaan, terutama perbedaan yang mencolok banget. Buktinya, kalau jaman dulu ada orang yang disangka 'penyihir' atau 'pencuri' atau 'tukang santet' atau 'dukun' atau 'orang pembawa kesialan', pasti langsung dibakar rumahnya, dipasung orangnya, dan dibakar hidup hidup kan?

Padahal, belum tentu dia begitu.


Oke, mungkin itu pemisalan yang terlalu lebay. Tapi gue harap, lo ngerti sama apa yang gue maksud.

~~

"Yah, berarti..... gue selama ini jahat dong????"

*panik*

*lari lari keliling ruangan*

Engga gitu juga sih.

Sebenarnya, insecurities kita terhadap 'hal hal asing' itu sangat amat manusiawi. Tapi, setidaknya, kalau kita udah sadar dengan perilaku kita yang agak 'kejam' selama ini, kita harus berubah.

Tumbuhkanlah rasa toleransi terhadap perbedaan!

 Yap, mungkin lo lo semua udah sering dengar kata 'toleransi', bahkan udah tau maknanya. Tapi apakah kalian pernah mempraktekkannya dalam kehidupan nyata?

Kalau masih jarang (atau malah belum pernah), praktekanlah SEKARANG!!!!

Karena kalau kita udah mulai praktek dari sekarang, insyaAllah nanti setelah dewasa (kalau yang baca ini masih remaja loh ya) kebiasaan toleransi akan menguntungkan kita. Karena, kita menjadi lebih menghargai perbedaan, menerima segala sesuatu apa adanya dan menjadi lebih terbuka.

Mulai sekarang, longgarkanlah standar lo dalam mencari teman.
Jangan cuma nyari yang penampilannya bagus aja. Kan belum tentu personality dia sebagus penampilannya. Dan belum tentu juga orang yang penampilannya kurang menarik, personalitynya jelek.

Dan...


Mulai sekarang, maklumilah temen temen lo yang berbeda.
Kalau orangnya tertutup, coba lo deketin. Siapa tau ternyata dia itu orangnya gampang nervous, atau kurang pede.
Kalau orangnya freak, coba lo cari tau lagi. Siapa tau dia sebenernya orangnya asik, cuma penyampaian dia aja yang kurang cocok sama oranglain.
Kalau orangnya galak, deketin juga. Siapa tau muka galaknya dia tuh karena faktor keturunan!!! Kan kasian tuh dia hahaha.
Kalau orangnya suka 'imitasi', coba bantu dia buat menumbuhkan rasa percaya dirinya sedikit sedikit. Motivasi dia agar hidup dengan gaya dan ritmenya sendiri, bukan punya oranglain.

Memang, sekali lagi, ngomong (a.k.a ngetik) itu gampang dan prakteknya engga semudah yang dibayangkan.
Tapi inget, kita harus membantu sesama manusia yang sedang mengalami kesusahan (baca : kekurangan kepercayaan diri, dll).......
Karena, buat orang yang beramal kepada sesama, dijanjikan Surga tertinggi untuknya kelak sama Allah, Subhanallah kan ya :D

Siapa sih yang nolak masuk Surga?


\o/


Tapi, inget, toleransinya dibatasin juga ya. Jangan sampe hal hal yang melanggar norma kesusilaan, agama, dll   malah lo kasih toleransi juga. Mau jadi apa negara ini kalau begitu caranya-_-





Oke, segini aja yang bisa gue sampaikan tentang toleransi
Pengetahuan gue masih sempit, jadi kalau ada yang mau memberi masukan, silahkan :D

Maaf juga kalau misalnya pendapat gue dan pendapat kalian (sebagai pembaca) itu bertentangan. Gue cuma pengen share aja kok. Oke?


Live in peace ;)

Wassalamu'alaikum!

No comments:

Post a Comment