Assalamu'alaikum!
:D
Selamat malam para manusia kalong yang rajin menabung dan cuci kaki sebelum tidur!
Kalian apa kabar? Kalau gue sih....alhamdulilah agak sesuatu ya hahaha.
Oke.
Kali ini, gue mau 'mencurahkan' hasil renungan hari ini.
Yep.
Hari ini gue (tergolong sangat) pendiem (dibanding hari hari biasanya). Enak sih kalau diem, engga banyak gangguan dalam hidup.. hahaha apabangetdeh.
Yakan sekali kali gue pengen bikin post yang rada 'berbobot' hahaha-_-
Sesuai dengan judulnya, gue akan membahas tentang hidup!
Lebih tepatnya sih hidup gue (atau kita?) sebagai.... manusia yang berada dalam proses untuk menjadi 'orang yang sesungguhnya'.
Hem mungkin post ini bakalan aneh banget, jadi siap siap aja.
*jeng
*jeng
*jeng
*brb siapin popcorn*
DUARRRRRRRRRR!
Ehem, jadi kita sebagai manusia itu punya banyak pilihan di dunia ini, dan engga selamanya pilihan itu tuh baik buat kita maupun orang orang di sekitar kita. Sayangnya, jaman sekarang kita tuh dihadapkan oleh pilihan pilihan yang sangat sulit. Tapi beberapa orang bilang sih, bukan pilihannya yang makin sulit, tapi kepribadian orang jaman sekarang yang udah sangat berubah.
Biasalah, akibat berkembangnya teknologi, apa apa serba instan dan otak kita secara engga sadar langsung terbentuk sebagai instant-minded.
Ya ga sih?
Ada nih satu contohnya..
Gue sering menemukan ini di 9gag :
Sumpah ini tuh lucu banget..
Tapi semacam kenyataan pahit juga hahaha.
Sebenernya gambar tadi tuh cuma 'gambaran sederhana' aja. Seharusnya sih, kita bisa nyeimbangin antara waktu buat diri sendiri, nilai bagus dan kehidupan sosial (walaupun keliatannya sangat amat benar benar butuh perjuangan keras untuk mewujudkannya) *eaaaa*
Nah, dalam hidup kita, ketegasan adalah pegangan utama dalam kehidupan, buat menentukan pilihan (yang menurut kita paling pas dan paling baik). Oke, mungkin kalimat selanjutnya engga bakalan ada hubungannya sama gambar tadi hahaha
Lanjut.
Jadi, kenapa kita (a.k.a remaja) ini disebut sebagai labil?
Yup, karena dalam diri kita tuh mulai muncul dorongan untuk mengetahui siapa kita, apa peran kita untuk oranglain, bagaimana cara untuk diterima di lingkungan. Jadi semacam mencoba untuk membangun hubungan sosial dengan orang lain dalam arti yang lebih 'dalem'.. Dan sayangnya, kelabilan ini suka malah makin parah akibat pendirian kita masih kurang kuat.
Pendirian tidak kuat itu karena kita yang engga tegas, terutama terhadap diri sendiri.
Beberapa faktor utama penyebab kita engga tegas itu............ada banyak sekali tralala trilili.
(Mungkin), yang pertama, dan yang paling utama, adalah faktor keluarga. Terkadang dalam keluarga, kita terombang ambing dalam masalah keluarga (buat yang ortunya agak sedikit bermasalah), atau buat kita yang apa apa diatur (penghalusan dari 'dikekang'), jadi kita engga punya pendirian yang tertanam dari diri sendiri sejak masih kecil, padahal itutuh penting banget......
Nah, jangan sampe kita jadi orangtua yang seperti itu ya! :)
EITS, tapi jangan ujug ujug lu nuding bokap nyokap setelah baca tulisan diatas ya! Coba pikirin lagi, karena semuanya engga 100% akibat dari faktor orangtua. Lah kalau ternyata kekurangtegasan kita itu karena diri kita sendiri, gimana hayo? Dikutuk jadi batu deh...
Kemudian, faktor fatal, yaitu faktor lingkungan.
Bisa aja seseorang itu sudah punya pendirian yang jelas, tapi ya akibat memasuki fase 'menjadi dewasa alias melabil', dan teman teman di lingkungan sekitarnya tuh alay, walhasil lama kelamaan pendirian dia akhirnya pupus juga dimakan waktu. Beh, makanya kalau punya temen itu agak diseleksi. Bukan seleksi dalam arti 'pilih yang keren-gaul-tajir', tapi pilih manusia yang bisa membawa dampak positif buat kita sendiri. Yah, walaupun kita masih tergolong remaja (yang katanya masih labil), seenggaknya kita udah tau kan mana yang bener mana yang salah?
Yang terakhir, faktor dari diri sendiri.
Kalian sadar engga, kalau kalian tuh sering kurang tegas sama diri sendiri?
Misalnya nih :
Jam 6 pagi : "Jam 8 gue mandi ah"
Jam 8 pagi : "Bentaran deh gue nonton dora dulu" *mana ada dora jam delapan?-_-*
Jam 12 : "Makan dulu ah.."
Dan... seterusnya, sampe akhirnya lo ga mandi seharian! TETOTETOT GAGALLL!
Selain itu, penyebab kita kurang pendirian karena...... kita tuh engga ngerti sama maunya diri sendiri. Gitu salah, gini salah.
Atau kita terlalu banyak suudzon. Mikir yang negatif, mikir kejauhan.
"Ih kalau gue begini, jangan jangan nanti jadinya begitu.."
"Jangan jangan semua ini garagara gue gaul sama si anu?"
"Jangan jangan........................"
Tapi yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa walaupun ada faktor faktor seperti yang diatas itu, kalau kita udah sadar dengan 'betapa labilnya gue', kita harus mencoba merubah sifat kita yang jelek itu!
Jangan cuma merengek
"JIR KOK GUE LABIL??"
"HYAAAA GUE GAMAU JADI ABABIL!
"TIDAKKKK!"
Tuh kan labil beneran.
Sebenernya yang terpentingadalah TEKAD, USAHA dan DO'A!
YEAAAAAAAAAAAA!
*kebawa suasana*
*tarik nafas*
Lanjuttttt.
Nah, kebanyakan dari kita itu, ya, termasuk gue, cuma bisa gogorowokan (a.k.a teriak teriak) karena sadar bahwa diri ini............ labil sekali. "Kok gue bisa selabil itusih? Iyuh!!" << suara hati
Sekarang gini aja, kita talk less do more.
Kalau lu teriak teriak mengakui kelabilan lo, labilnya engga bakalan hilang begitu aja kan? Justru kalau kita malah ngeluh, keliatan makin labil. YA, MAKIN LABIL!! PERCAYA SAMA GUE!!
*suasana memanas*
*efek api*
*kebawa suasana lagi*
~
Nah, gue bakalan menjelaskan step step yang bisa dilakukan dalam menambah ketegasan (baca : mengurangi kelabilan) dala hidup, semoga.........engga melenceng dari norma norma yang berlaku di negeri Indonesia tercinta ini :')
Yang pertama, setelah sadar bahwa kita itu labil bangetngetnget, segeralah bertindak! Keluar dari zona kelabilan lo!
Eh, zona kelabilan? Kok alay ya?-_-
Hahaha biarin ajadeh.
Intinya, jangan diem diem disitu aja, atau malah nyari temen seper-labil-an buat nemenin lo. Kalau gitu caranya lo bisa jadi ababil abadi. Tuh efeknya gue tambahin biar makin 'megang'.
Hih serem gilak. Ababil abadi?
Kaburrrrrr!
Yang kedua, bersyukurlah karena lo udah berhasil keluar dari salah satu cobaan hidup. Yak, labil adalah salah satu cobaan terbesar dalam hidup! Dengan munculnya kesadaran dari diri sendiri, berarti lo udah berhasil keluar dari masa masa jahiliyah \m/
Yang ketiga, segeralah mencari cahaya terang dalam hidup lo. Mulailah berpikir, sebenernya apa sih tujuan tujuan hidup lo yang sempet hilang (gara gara ketutupan sama labil) selama ini? Coba cari! Kalau perlu, tulis di kertas gede gede, biar lo ga lupa!
Mungkin kedengerannya alay, tapi menuliskan tujuan hidup di kertas itu efektif buat manusia manusia pikunan seperti gue.
Yang keempat, kalau lo engga bisa a.k.a mentok dalam mencari cahaya terang, mintalah bantuan orang yang berpengalaman. Pertama, kalau bisa sih ke orangtua. Tapi kalau lo malu atau ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan kepada beliau beliau, ya bisa nanya nanya ke temen yang menurut lo (dan banyak orang) sangat bisa dipercaya, diandalkan dan dewasa.
Tapi pilih pilih orang juga. Jangan sampe lo ujung ujungnya malah nyari pencerahan ke preman punk tugu kujang karena menurut para sopir angkot dan pengamen daerah situ, dialah manusia terbijak di seantero Bogor Utara! -_-
*maaf buat yang engga ngerti*
Yang kelima, coba luangkan waktu sejenak buat mikirin permasalahan hidup yang lo hadapi.
Kan jaman sekarang biasanya banyak orang curhat di socmed tentag masalah masalah mereka, sebenernya engga apa apa jugasih, asalkan engga berlebihan. Ngerti kan maksud gue?
Ya, jangan sampe masalah hidup lo malah dijadiin konsumsi masyarakat!!!!
Efek ekstra penekanan mode : ON.
Kebanyakan orang yang hobi curhat di socmed kurang menyadari hal ini. Yah, namanya juga orang lagi gundah gulana, mana mikirin kalau sebenernya curhatan sehari hari dia tuh jadi bahan omongan orang....
Nah setelah baca tulisan ini, semoga lo sadar akan hal menyimpang yang selama ini lo lakukan, walaupun mungkin, tanpa sengaja.
Awas, bisa bisa nanti cerita hidup lo dicolong orang, dibikin sinetron den. Makin labil aja perfilman indonesia-_-
Yang keenam, coba sibukkan diri dengan hal hal positif.
Lo pasti punya hobi kan? Nah, geluti hobi lo itu (tapi hobi yang positif loh ya-_-).
Cari teman seper-hobian (daripada seper-labilan), kembangkan hobi itu, dan bikin komunitas! Emang sih ngomong itu gampang, dan praktekinnya itu segampang ngebalikin krabby patty pake alis. Tapi kalau kita udah ada passion sama sesuatu (baca : hobi), pasti kita enjoy ngejalaninnya! Percaya deh sama gue, soalnya banyak orang bijak yang sering ngomong kayak begitu.
Yang ketujuh, dan paling penting, dekatkanlah diri kepada Sang Maha Pencipta!
Bukannya sok alim, atau mau menjebak, tapi memang ini adalah kunci utamanya. Dan parahnya, kita sering kelupaan sama yang satu ini. Padahal, Dia-lah yang memberikan kita hidup, yang memberi perasaan, yang menolong kita disaat susah. Dia engga pernah jauh jauh dari kita. Cuman kitanya aja yang sering dibutakan sama 'kebahagiaan', padahal rasa bahagia itu juga kita dapat dari Rahmat-Nya....
*merenung*
Ya, cuma segitu aja tips tips pendek dari gue. Bukannya dengan bikin post ini berarti gue engga labil ya. Ini semacam mengingatkan diri sendiri (dan sekalian share ke orang lain).
----*****----
Nah, ada lagi nih yang mau gue bahas.
Ceritanya nih, kita lagi menghadapi manusia manusia yang kita sebut sebagai 'teman'. Nah, mereka tuh sering berlaku semaunya, suka mojokin orang lain, ngetawain orang lain berlebihan, dll deh, bahasa kerennya 'making fun of others' yang sangat amat berlebihan. *eh bener ga tuh bahasa inggrisnya?*
Ya mungkin awalnya yang diketawain biasa biasa aja,
tapikan ya namanya manusia...
lamalama amblas juga kesabarannya.
NAH!!
dari kejadian diatas, gue bakalan menempatkan kita dari dua sisi.
1) Dari sisi orang yang jadi korban
2) Dari sisi 'penonton' kejadian itu
~
1) Korban
Yah, mungkin awalnya kita seneng aja, jadi ada temen keketawaan, temen bercanda...
Eh tapi baydewey..
Kenapa lamalama makin keterlaluan ya?
Hummmmm okeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.
Lama kelamaan mungkin mulai muncul 'tanda tanya'. Gue ini sebenernya dianggap apaan ya?
Kok lamalama berasa kayak badut mereka ketimbang temen...
Nah kan, sedih deh.
Tetep semangat ya, yang pernah jadi korban dari kejadian kayak gini. Bisa dibilang, hal hal seperti ini tuh sering terjadi. Jangan khawatir, hanya satu yang perlu lo tetapkan...
YAP, KETEGASAN!
*mungkin ini agak sakali banget*
Jadi, kalau lo udah eneg di'gituin' sama 'temen temen' lo, cobalah untuk tegas.
Bolehlah sekali kali, atau mungkin rada sering, lo dijadiin semacam 'sumber ketawaan' orang. Tapi kalau dia udah mulai kelewatan.... STOP!!!
Berhenti ketawa. Berhenti ketawa bareng mereka. Berhenti nyakitin diri sendiri.
Cobalah alihkan temen temen lo dari hal hal yang berbau 'menjadikan orang sebagai bahan tertawaan'. Omongin hal hal lain, dan kalau bisa sih saling share cerita, pengalaman, dll.
Dan, kalau mereka malah tetep gabisa dihentikan....
TEGASLAH.
Bilang ke mereka, boleh kalau mau jadiin lo bahan ketawaan, tapi jangan berlebihan. Plis, jangan berlebihan.
Mungkin reaksi awal mereka adalah, mereka menganggap lo pundungan, engga asik, dll.
Tapi percayalah, kalau mereka bener bener temen lo, lama lama mereka akan sadar juga, betapa yang mereka perbuat itu kadang kadang bisa bikin sakit hati orang lain.
Dan, insyaAllah, mereka akan lebih menghargai lo, dan juga orang lain :)
Selamat, anda baru saja menyalakan lilin pertemana yang sesungguhnya!
2) Penonton
Awalnya juga, lo pasti ikutan ketawa kalau ada temen lo yang jadiin oranglain sebagai bahan ketawaan. Ya ga sih? Jujur aja, hahaha.
Sejak ada orang yang bisa diketawain, lo merasa 'hidup makin berwarna' karena tiap hari ada aja yangbisa diomongin dari 'objek ketawaan' kalian.
Tapiiiiiiiiiiiii kok....
Lamalama mereka ngetawain hal hal yang engga seharusnya?
Kok lamalama mereka malah makin parah?
Kok jadi jahat sih?
Kok?
KOK??!
YAH, GUE HARUS GIMANA DONG?
ITUKAN TEMEN KITAA!
Biasanya, beberapa dari kalian, mungkin, rasanya pengen langsung menghentikan ketawa temen temen kalian yang engga lucu itu.
Tapi...
Nanti gue dianggap sok suci:(
Nanti gue dianggap engga asik dong?
Nanti gue....
SETOOOOOOP!!
Jangan. Pikirkan. ITU!
Segeralah bertindak, bro, sist!
Janganlah kalian malah ngelanjutin ikutan ketawa, atau malah kabur karena engga tega ngeliat temen lo itu diketawain!
Cepet sadarkan temen temen lo, bahwa yang mereka lakukan itu, engga baik.
Segala sesuatu yang belebihan itu engga baik.
Dengan cara lo sendiri, jelasin ke mereka, kasitau mereka, jangan memperlakukan temen kalian kayak gitu.
Teman yang baik itu saling membela kan?
Teman yang baik itu saling mengerti kan?
Kalau mereka memang temen lo, mereka akan mengerti, pasti.
* Note : btw, sebelum ngasitau temen temen lo itu, pikir dulu matang matang kalimat yang mau lu sampaikan. jangan sampai kedengeran sok ngeguru atau sok alim. nanti masalahnya tambah panjang aja kan?*
Yah, dan yang bisa anda lakukan adalah berdoa, semoga yang udah lu sampaikan itu bukan jadi miskomunikasi, tapi justru malah membuka mata temen temen lo itu :))
Dan sekali lagi, selamat! Anda telah menyalakan lilin pertemanan yang indah :D
Jadi, segini aja yang bisa gue sampaikan.
Dengan bertambahnya ketegasan, hidup kita bakalan lebih terarah, prinsip hidup makin jelas, dan hidup ini akan terasa lebih indah :D *amin!*
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
What's here?
-
▼
2013
(10)
-
▼
April
(10)
- Tell Me Why by Taylor Swift
- Penggolongan Kucing Berdasarkan Warna Bulu:3
- Penggolongan Kucing Berdasarkan Ras Asli :D
- Fakta Kucing!
- To-le-ran-si?
- Hall Of Fame, by The Script featuring Will.I.Am
- Another random thing called... life.
- Taylor Swift (originally by Train) - Drops Of Jupiter
- Moodboosting day!
- Ha ha haiiii!
-
▼
April
(10)
Labels
- Cats (5)
- Downloads (1)
- Experience (17)
- Family Stories (1)
- Hello Kitty (1)
- Kelas X-3 (13)
- Materi Pelajaran (2)
- Random (12)
- Smantiboo (10)
- Song Lyrics (8)
- Superhero XI IPA 3 (1)

No comments:
Post a Comment